BerandaBerita Utama

Dugaan Pembenihan Ikan Fiktif di Desa Koleang, APH Diminta Bertindak

BOGOR – Program ketahanan pangan di Desa Koleang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan setelah muncul dugaan kegiatan pembenihan ikan tidak direalisasikan sebagaimana mestinya.

Dugaan tersebut mencuat setelah salah seorang warga mempertanyakan keberadaan ikan di kolam yang disebut sebagai bagian dari program pembenihan ikan desa.

Warga tersebut menyebut, berdasarkan kondisi yang dilihatnya di lokasi, kolam pembenihan tersebut tidak terdapat ikan. Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai realisasi program dan penggunaan anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut.

Salah seorang warga yang mengetahui kondisi kolam tersebut mengatakan bahwa kegiatan pembenihan ikan yang disebut masuk dalam program ketahanan pangan desa diduga tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Di kolam itu tidak ada ikannya. Kalau memang program pembenihan ikan, seharusnya ada ikan yang dibenihkan atau dipelihara di kolam tersebut,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Keterangan warga tersebut menjadi salah satu informasi awal yang perlu diverifikasi lebih lanjut. Sebab, keberadaan atau tidak adanya ikan di kolam pada saat dilakukan pengecekan belum dengan sendirinya membuktikan bahwa kegiatan tersebut merupakan proyek fiktif.

Namun, kondisi tersebut tetap memunculkan pertanyaan publik: berapa anggaran yang dialokasikan, kapan benih ikan didatangkan, berapa jumlahnya, siapa penerima manfaatnya, dan ke mana ikan tersebut setelah program dilaksanakan?

Jika program pembenihan ikan benar-benar telah dilaksanakan, Pemerintah Desa Koleang semestinya dapat menunjukkan dokumen dan bukti pendukung kegiatan.

Mulai dari dokumen perencanaan dan penganggaran, pengadaan benih, jumlah ikan yang dibeli, pihak pelaksana atau penerima manfaat, lokasi kolam hingga laporan pertanggungjawaban kegiatan.

Keterangan tersebut penting untuk memastikan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya tercatat dalam dokumen administrasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

Program tersebut dikaitkan dengan Pemerintah Desa Koleang di bawah kepemimpinan Kepala Desa Abdul Rohman.

Sementara itu, warga meminta agar pihak berwenang melakukan tindakan atas dugaan tersebut.

Hingga berita ini disusun, Kepala Desa Abdul Rohman belum memberikan keterangan resmi.(*)

About Author

Berita terkait

Back to top button